Diavi adalah cewek berumur 18 tahun yang hobinya menangis,hobi yang
sangat aneh! menurutnya perasaannya agak lega jika dia menangis, tapi
Diavi sangat suka dengan es krim meskipun mama dan papanya tak
pernah menginzinkan untuk memakannya, Diavi sangat suka sekali
dengan warna putih,
dikamarnya yang cukup besar diavi selalu bersembunyi untuk memakan es krim
"sasaaa ada eskrim rasa baru gak di mall panah asmara ."diavi mengirimkan sebuah pesan singkat kepada sahabatnya sasa,
"ada diavi ,rasa stoberi tp gw tkut ntar bonyok lo ngmuk lg."balas sasa yang membuat diavi kecewa
"gpp gw k humz u skrg ,n lngsng caw k mall panah asmara."balas
diavi yang membuat sasa mengeleng-gelengkan kepala..
dengan mengendarai
motor merah bermerk yamaha mio ,diavi langsung meluncur ke rumah sasa, dipencetnya bel berkalikali oleh diavi ,"sa bukain sa,ini gue diavi ."kata diavi sambil mengetuk pintu rumah sasa
"apaan sih ngapain lo kesini ?''tanya Ricky dengan nada ketus ,Ricky adalah
kakak satu-satunya sasa ,dia memang sombong,angkuh,galak,egois dan
paling cuek sama seorang perempuan ngga heran kalau sampai sekarang
Ricky masih belum memiliki pacar,
"mana sasa,gw mau ajak dia ke mol,"jawab Diavi ketus
"sasa tuh lagi les piano,emang elu kerjaannya ngeluyur ke mol terus."ejek Ricky
"darpiada elo ,ngga ada kerjaan bisanya ngejek orang ,lo pikir lo sempurna apa
hah cowok sombong yang kesepian ngga punya temen apalagi pacar,"balas
Diavi dengan nada meledak-ledak
"terus penting gitu lo ngomong kaya gitu,shitt man,"kata Ricky mengancungkan jari tengahnya ke arah wajah diavi
sontak diavi lalu menarik tanganya dan mencakarnya habis-habisan..
"aw aw aw sakit woy,lo kira tangan gua apaan,"kata Ricky sambil meniup-niup tangannya yang luka
"uweeek emang enak,"kata Diavi menjulurkan lidah ke arah Ricky lalu berlari sekencang-kencangnya
"waaah kurang ajar,liat aja nanti ketangkep lu,"kata Ricky mengejar Diavi
"aaaaaaaaaaa ,tolong gua dikejer-kejer orang aneh,"kata Diavi berlari sambil menangis
tiba-tiba diavi menabrak seseorang dan seseorang langsung menangkapnya dan ternyata dia adalah Afghan
"huhuhuhu,gan tolong orang itu ngejer-ngejer gua daritadi,"adu Diavi pada Afghan kaka tingkatnya di kampus,
"aduh dek ko nangis,jangan nangis dong,"kata Ricky membuat Diavi dan Afghan heran
"adik ?'' .diavi dan afghan berkata bersamaan
"iya diavi adik seupu gue,"jawab ricky berbohong pada mereka
"buuuu auuu."kata diavi kesakitan ketika Ricky menjambak keras rambutnya yang membuat Afghan kaget.
"kenapa vi ?''tanya Afghan heran
"ngga papa,ya udah dek kita pulang,"kata Ricky sambil merangkul paksa Diavi
"ahh lo itu ya kakak sahabat gue ,ngaku kakak sepupu bikin gua betek tau ga."kata Diavi cemberut
tiba-tiba wajahnya yang cemberut seketika menjadi bahagia ketika melihat ada mini market yang menjual es krim
"mau kemana lo ?.''kata Ricky menyusul langkah kaki Diavi
"mba magnum coklat,ama conello kacang dua,"pesan diavi pada mba-mba penjual warung
"semua 40 ribu.''kata penjual warung itu dan memberika 4 bungkus es krim ke diavi
"waah baik sekali kamu dek."kata ricky lalu merebut semua es krim yang berada di tangan diavi
"rick balikin rick please si."mohon diavi
"nih gua balikin tapi malam ini lo nginep ditempat gue."kata ricky
"iya janji deh ."kata diavi sambil memamerkan dua jarinya
"tapi gw izin dulu sama bonyok gw tau ga bonyok gue itu orangnya kalau ngomel ngga abis-abis.
"ya udah kalau gitu gw anterin lo ke rumah lo ya."kata Ricky
dan mereka pun pergi menuju rumah Diavi
*(*sesampainya dirumah Diavi
"maamaaaaa paaapaaa aku pulang."kata diavi dengan suara gemeter
"saayaaang kamu pasti abis makan es krim ya?''tanya mama
"iya tante,tadi aku yang anterin dia.''jawab ricky yang tanpa ditanya
"lo ya,pengen gue ngga diizinin nginep dirumah lo ya."bisik Diavi
"ada apaa ini ?'' tanya mama
"ngga tan,saya ingin mengajak diavi untuk pergi menginap di rumah,"kata Ricky
"oh tapi ingat ,diavi itu paling suka sama es krim awas aja kamu ntar kantong saku kamu bolong,''pesan mama
"beres tante ntar Ricky jagain di nya, "kata Ricky memberikan senyum termanisnya
"sok baik lu ,padahal dalem hati lu busuk !,"ceplos Diavi
"kurang ajar ya ,gue ini baik tau ngga ,sok tau banget,"kata Ricky menginjak sepatu diavi
"aduuh kalau kalian berantem gini mama sama papa ,jadi ragu ngizinin nginepnya."
"iya maah tadi itu cuma becanda doang aja kok mah,ricky baik banget sih imut lagi..uweeek."diavi berpendapat
"ya udaaah deh ,tapi inget jangan macem-macem ya nak,"pesan papa
"ok boss.tenang aja kalau cuma menginap doang bukan minta izin buat nikah.''ceplos ricky
"woy ,sadar diri kenapa lo itu kan kakaknya sasa sahabat gua ,lagian gua mah sukanya sama Afghan bukan lo.''
"udah lama ayook ,sasa nungguin nanti.''ajak ricky lalu mereka pergi ke rumah ricky
*rumah ricky
"assalamualaikum''salam diavi sambil mengetuk-etuk pintu rumah
''ngapain ngetok pintu oon,kan ada bel tinggal mencet aja !.''kata ricky sambil memencet bel
''ia terus itu gagang pintunya di tarik,''kata diavi menarik hidung ricky yang mancung
"ahhh kurang ajar kau."kata ricky yang ingin membalas tapi keburu diavi yang masuk rumah duluan
"saaaasaaaaaa''teriak diavi ketika melihat sasa yang menyambutnya diruang makan
"diaaaaviiiii.''lalu saasa memeluk hangat diavi
"sehari aja ngga ketemu lu kaya setahun tau.''kata diavi berlebihan yang membuat ricky heran seribu kali heran ..
"ngga mungkin adek gua ngga normal,kalau iya jangan sama dia juga lah ihh.''teriak ricky dalam hati tak percaya
"ayook kita ke kamar .''ajak sasa sambil merangkul diavi
"tuhaaan apa salah hamba,sehingga adik saya seperti ini.''eluhnya frustasi melihat kelakuan saasa dan diavi
dan setelah saasa dan diavi sampai di kamaar sasa
"parah sa, bisa bikin kaka lo jantungan ngeliat kelakuan kita tadi.''kata diavi lalu duduk di meja rias
"kaka gua juga ga normal kok,buktinya sampe sekarang ngga punya pacar.''
"terus lo ngga normal juga,sa gua masih normal kasian Afghan idola gua sa."kata diavi ketakutan
"gua normal di,cuma gua mau ngerjain sih Ricky raja sulit jatuh cinta,menurut dia itu cinta sulit.
''oh jadi lo pengen kita pura-pura lesbian .untuk apa ?ngga ah gua takut.''tolak diavi
''dengan kita akting kaya gitu.kaka gua tuh bakalan mikir sebab gua ngga normal
karena panutan nya ngga normal , ''jelas saasaa sambil tersenyum
melihat diavi yang terus -terusan bercermin
''tapi ngga gua juga kali yang jadi pasangan lo, astagfirulloh.''kata diavi resah
''gua ngantuk,besok mau ngampus.''kata sasa sambil menarik selimutnya
dan diavi pun segera tidur di sampingnya
esok pagi pun tiba...
diavi dan sasa bergandengan tangan ketika menuju meja makan..melihat hal itu ricky melotot seperti matanya ingin copot..
"pagi kakaku."salam diavi sambil tersenyum manis, membuat ricky bingung dan heran dengan panggilan baru diavi..
"pagi a dik ku.''balas ricky dengan terbata.. "horeeee di,lo disetujuin jadi
adik ipar sama kaka gua."teriak sasa kegirangan .yang membuat ricky
kaget bukan main."whaaaat ? apa ,gua ngga setuju woy, ngga mau ngga
mau.''kata ricky seperti orang gila .lalu ricky tak segan-segan menarik
tangan diavi dan membawanya pergi ke kampus
''woyy lu itu jahat banget ya, ngapain lo pacaran sama adik gua''kata ricky dengan nada marah
"ih lo kurang ajar,udah narik gua dari rumah lo ke kampus,jalan kaki
lagi.kakak ipar macam apa lo ky."balas diavi yang tak kalah kesal
"inget ya ,adik gua cuma sasa dan dia cewek mikir ga si masa lo jeruk makan jeruk."kata ricky nambah marah
"sabar boy.gua bukan jeruk makan jeruk tau, tapi eskrim minum eskrim''lalu diavi pergi ke kelas
"hey girl aneh banget si lo, kalau mau lesbi jangan sama adik gua cari aja
yang lain oon."teriak ricky yang tak dihiraukan diavi lagi
diavi memasuki kelas dengan wajah cemberut secemberutnya ...
"my lovely kenapa sih?''tanya saasa yang lagi asik makan cup cake cokelat.
"ngga papa sa, kesel aja sama Ricky masa tadi dia bilang gua aneh, lesbi dia
kira gua ngga normal apa?.''kata diavi lalu duduk disamping sasa,
"lo kan sahabat gua ,berarti lo mau lah bantu sahabat sendiri hehe.''kata sasa dengan nada sedikit merayu.
"ia deh tapi itu dong,eys keyimnya mana?''tanya diavi dengan wajah ceria
"ia nanti gua beliin sama toko-tokonya deh,kalau lo berhasil jalani misi lo.''
''ayoooo sa ,sekarang .''ajak diavi sambil menarik tangan sasa lalu mengajaknya ke mini market dekat kampus. saat mereka ingin menuju mini market ,tiba-tiba diavi berpas-pasan dengan Afghan
"hay di.''sapa afghan sambil tersenyum
'hay juga af gaan.''balas diavi
"oh ya sasa .ko mersa banget sama lo ya,kalian,''afghan bingung melihat apa
yang ada didepannya seorang wanita bersama wanita berpelukan dijalan
''iyaaa afghan kita udah lama pacaran loh.''jelas sasa membuat afghan kaget bukan main.
''oh gue ke kelas dulu ya.''pamit afghan dengan wajah takut lalu menuju ke kelasnya
''huaaaaaaa Afghan cuma semenit natap wajahnya.''keluh diavi
''inget misi di,mau es krim ngga,''lalu mereka memasuki mini market berbarengan.
"pak magnum 5 ,cornetto 19 .''pesan diavi pada penjual es krim
"di .lo stres atau gila mau lo apain eskrim segini banyak ?''tanya sasa berbisik
"udah bayarin cepet,biasanya kan buat gua cuci mulut,tapi ini kan hadiah
buat kerja gua bohongin orang.''kata diavi lalu membungkus rapi es krim
itu dengan kantong plastik
"makasih ya pak.kayaknya saya bakalan stiap hari mampir.abis selalu ditraktir es krim pak !.''seru diavi
"wah neng kalau gitu maksih atas kunjungannya ya .''kata pak ardi penjual es krim itu terenyum
dan mereka pun keluar mini market dan menuju ke taman bunga
ditaman bunga yang tampak sepi itu pun
"di ,bisa-bisa isi dompet gua ludes tau.''keluh sasa
''cie ngga ikhlas lo,''kata diavi lalu duduk di batu yang palingh besar
''ngga juga sih,tapi ingat ya misi kita ,kalau ngga awas .''ancam sasa lalu duduk disampingnya
''oke sa ,tenang aja elo sama gue kan parner.''kata diavi sambil menyantap es krimnya
halloo semua aku datang :D oke selamat membaca reader & selamat bermalam minggu semauanya :)*pasang senyum termanis
check this out :)...........(:
ditaman bunga yang tampak sepi itu pun
"di ,bisa-bisa isi dompet gua ludes tau.''keluh sasa.
''cie ngga ikhlas lo,''kata diavi lalu duduk di batu yang palingh besar.
''ngga juga sih,tapi ingin ya misi kita ,kalau ngga awas .''ancam sasa lalu duduk disampingnya.
''oke sa ,tenang aja elo gue kan parner.''kata diavi sambil menyantap es krimnya
"parner sih parner kalau setiap hari lo ngabisin isi dompet gua,itu sih namanya tekor.''kata sasa cemberut.
''sasaaa kalau berhasil buat ka ricky itu punya pacar,jangankan
tekor lo pasti bahagia,ntar ya kalau mau gua cariin dia pacar,''kata
diavi sambil memakan es krim .
''lo aja aneh.apalagi temen lo lagi,mending lo aja yang jadi pacar kaakaak gue.''minta sasa sampai membuat diavi tersendak.
"ora kepengen gua ,ihhh benci banget ni jari tengah buat dia.''kata diavi mengajungkan jari tengahnya
''gua baru inget di,jari tengah ka ricky ko luka-luka ya.''sasa heran
''ia abis gua cakar waktu gua mau ngajak lo ke mol.''jawab diavi jujur
"WAAAH TANGGUNG JAWAB ,ELO YA NTAR KALAU KAKA GUA INFEKSI GIMANA DI,''teriak sasa dengan nada super duper marah.
''selow sasa ,ia emang gua ngapain pake ada acara pertanggungjawaban segala,''kata diavi dalam hati.
"sini ikut gue,''ajak sasa dan ternyata sasa mengajak diavi pergi ke toko kue
"lo tau ngga kalau yang punya toko kue ini gua sama keluarga gue,''kata sasa dengan nada menyombong.
''dari dulu selalu sombong ni orang, kalau bukan sahabat eh gua putusin juga lu,''kata diavi dalam hati
" hai bimo ada ka Ricky ngga ?''tanya sasa pada bimo salah satu karyawan toko kuenya tersebut
'' kayaknya sih ricky lagi benerin pesanan kue langganan kita,''kata bimo.
"ayooo lo harus bisa bujuk ricky ,supaya maafin lo inget tangannya
harus bisa seperti semula.''perintah sasa."ngga mungkin lah sa,lo tau
kaka lo gimana kan dia super duper nyebelin semua sifat jelek-jelek ada
di dia."kata diavi.
"padahal nih tadinya gua bukan cuma mau ngasih es krim,tapi bikin lo lebih deket sama afghan ,"bujuk sasa.
"oke boss,gua setuju yessss semangat di demi afghan ,''kata diavi lalu mencari-cari ricky di dapur
"kakaku ricky yang paling tampan sedunia ,aku mau minta maaf,"kata
diavi lalu berdiri di sebelah ricky ,ricky malah masih sibuk dengan
kerjaaannya.
"tanganmu itu kemarin aku cakar lo kak,yakin ngga mau ditambahin lagi cakaran ya ,"ceplos diavi.
"ini orang apa batu es ,kok ngga ada suara apa suaranya dimakan
kucing eh salah dimakan tikus lebih salah lagi dimakan sasa hahaaha
ngomong dong sayang.''kata diavi
"bisa diem ngga sih gua lagi konsen nih ,lo itu ya ahh bimo panggil sassaa buat ngantiin perbaikin ini kue,"teriak ricky
"tapi saasanya udah pulang boss,katannya dia mau les piano,"kata bimo
"oh ya udah bim kita lembur soalnya ada 40 kue lagi yang mesti kita susun,"kata ricky
"iya boss tenang aja ,"kata bimo lalu kembali ke ruang tunggu toko kue itu
"elo lagi kalau mau dapetin maaf gue,lo yang nyusun kuenya ,"perintah ricky
"ngga mau ahh ntar bukannya rapi malah acak-acakan,''tolak diavi
"ya udah diavi ,ini ya tinggal elu celemotin cokelat di atasnya
terus ,"kata ricky sambil mencelupkan kue ke mangkuk berisi cokelat cair
"gua makan nyami nyam enak pasti tuh,''potong diavi
"bukan elo hias pake krim susunya ,"kata ricky sambil menghias kue
"HU HU HU HU ,gua ngga bisa nahan hobi gua yaitu nangis,"kata diavi sambil menangis
"bisa diem ngga gendang kuping gua bisa pecah nih kalau elu nangis terus tau ngga ,"kata ricky
"lo tau ngga kue ini pesenan my lovely lo yang dulu sebelum lo pacaran sama sasa yaitu afghan,''kata ricky lagi
"ya ampun ya udah deh gua tunda dulu kesenangan gua demi afghan ,ayoooo
diavi semangaaat ,"kata diavi mengelap air mata dengan tangannya lalu mengelap air mata dan segera menghias kue
setelah 4 jam menghias kue akhirnya selesai juga kue nya
"heran kue sebagus dan sebanyak ini buat acara ultah aneh kan
bentukn ya hati ada 50 buji ngga mungkin buat acara ultah,"diavi heran
sambil memperhatikan kue cantik di depan matanya
"ini buat ultah pernikahan kakek neneknya afghan tau ,langgeng ya hubungan mereka,"puji ricky
"ia laaah kaya hubungan gua sama afghan nanti yeee 50 tahun,"kata diavi asal
"alhamdulilah ya Allah akhirnya engkau sadakan diavi dan sekarang
dia telah kembali normal dan sasa selamat ,"kata ricky sambil sujud
syukur
"lebay ,tadi gua cuma becanda dihati gua tetep ada sasa seorang dong.''kata diavi yang membuat wajah ricky pucat.
''ya udah kita meluncur ke rumah afghan.''ajak ricky lalu mereka ke rumah afghan
dirumah afghan yang bertanda ada sebuah pesta besar-besaran di kolam berenang
di kelilingin lilin kecil dan meja yang berisi makanan yang sangat
lezat membuat diavi semakin bersemangat .diavi menghampiri oma dan opa
afghan yang duduk di sofa
"selamat ya opa,oma ini calon cucu oma sama opa ."kata diavi menuju tempat opa dan oma afghan yaitu di kursi sofa berwarna gold
"siapa kamu ? ,afghan ngga pernah cerita kalau kamu pacarnya ."kata oma afghan yang membuat diavi malu
"dasar cewek gila,berani nya ngomong gitu elo itu ya baru ketemu
sama oma dan opa afghan udah berani ngarep gitu,"kata jihan yang
ternyata juga suka sama afghan
"vi lo itu sopan dikit kek ,lo ngomong asal aja ahh inget vi ini rumah orang vi,"bisik ricky yang berada disampingnya
"in rumah calon suami gua ric,tenang deh bentar lagi ini menjadi tempat gue,"harap diavi
"eh sasaaaaaa.''kata diavi yang melihat sasa duduk di dekat pinggir kolam bersama afghan
"afghaan ,sasaa apa kabar,"kata diavi sambil mencium pipi kanan dan kiri sasa
"afghaan ngga lo cipika-cipiki di ,"kata sasa sambil menyengol tangan diavi
"belum muhrim lo sasa sabar aja,"kata diavi sambil tersipu malu menatap afghan
"bukaannya kamu ngga suka sama lawan jenis ,"kata afghan
tanpa di sadari ada seseorang yang memperhatikan gerak-gerik mereka dia adalah jihan
"ghan tadi ada cewek namanya siapa ya ,dia di samping oma dan opa lo ?''tanya diavi
"itu jihan dia itu fans gua juga sama kaya lo ,tapi tetap masih
fanatik lo dari dia."afghan tersenyum manis sehingga terlihat lesum
pipinya yang makin membuatnya manis
"ahha aus nih mau cari es krim ,"lalu diavi pergi mengelilingi kolam renang untuk mencari es krim
"dasar cewek oon,"kata jihan lalu mendorongnya hingga terjatuh ke kolam renang
"tolongggg gua ngga bisa berenaang,,, tolongiiin .''kata diavi sambil berlompat-lompat di kolam renang
"tenang vi."lalu ricky loncat ke kolam dan mengendong diavi yang tak sadarkan diri.....
semua orang mengelilingi mereka.....
"vi sadar vi,"sasa panik melihat diavi pingsang dan menekan-nekan perut diavi
"kak terpaksa kaka ,cepet kasih nafas buatan.''pinta sasa
saat ricky mendekatkan mulutnya ke hidung diavi
"aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhh.''teriak diavi
"lo udah sadar ya, huh gua kira pingsan selamanya .''komen jihan
" gua tau yang dorong gue itu elo, kenapa sih lo tega untung gua masih selamet kalau engga lo pasti .''kata diavi kesal
" heh cewe ngga tau diri lo itu ngapain sih kesini inget lo ngga diundang kesini.''kata jihan
"diavi udah jangan bikin maluu gua kita pulang yuuk.''ajak ricky dan sasa
*****
" ya ampun cape banget yang,''kata diavi sambil merangkul sasa
"iyaa mending kita ke kamar yuuk,"ajak sasa lalu mereka ke kamar membuat ricky menjadi semakin kaget
"ntar kita ehem ehem ya,"kata diavi lalu ,mereka pun pergi ke kamar sasa.
"waaah gawat nih ngga bisa di biarin gua harus ngintipin mereka nih,''kata ricky lalu menuju kamar sasa.
"hahaha ,tadi itu afghan nyangka gua lesbi beneran tau .''kata diavi lalu merebahkan tubuhnya di kasur
"ia ngga tau apa kalau cuma pura-pura ihh gila tuh jihan berani banget tadi.''kata sasa sambil membaca komik di meja belajar
"ternyata mereka cuma sandiwara gila untuk apa?,mau bikin gua jantungan apa ?''kata ricky di balik pintu kamar
"yaaa udah guys kita sleeping besok gua mau kembali ke rumah,"kata diavi menarik selimut
"vi,coba aja lo bisa nginep terus di tempat rumah gua pasti gua bahagia ada lo.''kata sasa menutup komik dan ke tempat tidur
"ngga usah sedih sa,siapin es krim yang banyak aja gua mau tinggal di sini hihihi.''kata diavi lalu memeluk guling
"ahh maunya ntar isi dompet gua ludes lagi .''kata sasa
..........
dan pagi pun tiba saat nya diavi ke kampus ...
"HAPPY MORNING."Kata diavi yang melihat ricky menyantap roti
"ngeliat pacar gua ngga ?''tanya diavi lalu duduk disamping ricky
"pacar lo yang mana ya,setau gua cewe rese kaya lo ngga pantes punya pacar.''kata ricky sambil menggigit rotinya
"sembarang siapa lagi ki sasa.''kata diavi
"oh sasa dia tadi mau les piano tau emang elu pagi -pagi udah ngaco."'kata ricky lalu pergi
"elo mau kemana es batu eh salah ricky ?''tanya diavi
"mau ke toko kue ,mau ngecek abis itu ke kampus ,elo mau ngelamar
jadi manajer gua ya,mau tau semua jadwal kegiatan gua,"kata ricky ketus
"iyaaa tapi gajinya pake cinta afghan hehehe ,kaya ngga ada kerjaan aja jadi manajernya orang gila."'kata diavi cemberut
tiba-tiba handphone diavi berdering,dan ternyata mama nya yang menelpon
"hallo mamaku yang paling cantik sedunia,"kata diavi memulai pembicaraan
"di mama sekarang sama papa lagi di amerika di rumah kita digusur sama pemerintah.''kata mama di telepon dengan suara menangis
"apaaa mama diavi mau ikut maa ,paaa diavi sama siapa disini diavi ngga mau sebatang kara maaaa.''kata diavi menangis
"kamu tempat ricky sama sasa dulu, mama sama papa pergi sama orang tua mereka kok.'"kata mama lagi
"diavi ngga mau ma,diavi maunya "kata diavi menangis
"bye jaga diri kamu baik-baik,"kata mama
"maaaa jangan dimatiin telponnya diavi aaaaaaaaaaa,"kata diavi sambil menangis
"kenapa lo ko nangis,oh iya itu hoby lo yaaaa.''ledek ricky
" rumah gue digusur terus ortu merantau ke negeri orang siapa yang ngga sedih."kata diavi masih menangis
"ya udah lah ngga usah di pikirin jadi cewek harus kuat ngga boleh nangis,"kata ricky
"ricky nasihat lo tua,"kata diavi lalu memeluk ricky yang berdiri di depan diavi
bersambung....
hahay hahaya maaaf ya kalau tulisanya acak-acak soalnya ngga sempet ngeditnya
good night semuaaaanya :)*pasang senyum termanis :)
aku boleh minta kritik & sarannya ya please :)
"Huaaaaaaaaaaaa lepasin ,gua ga suka dipeluk kaya gini."kata ricky yang tak terima diavi memeluk eratnya
"Dasar cowok aneh bukannya malah seneng di peluk,ngga punya nafsu atau ups impo."ceplos diavi
"Ngga cuma alegri aja,tubuh lo banyak kumannya tau,"kata ricky lalu pergi ke parkiran
"gua mau es krim sama tempat-tempatnya ki."kata diavi lalu memegang erat tangan ricky
"lepasin tangan gua ya,lo ini sopan bener apa jangan-jangan lo berubah atau lo pindah haluan buat naksir sama gua."kata ricky
"kalau iya kenapa ?,kalau engga juga kenapa ?''tanya diavi sambil tersenyum
"kalau iya,untuk dapetin cinta gua itu sulit bahkan sangat sulit,gua
sulit banget buat buka hati buat orang kaya elo,dan kalau engga ya
bagus deh bye ,"kata ricky lalu masuk mobil kijangnya dan
mengendarainya dan mengajak diavi
"yeeee siapa juga yang cinta sama dia,sulit tah buat jatuh cinta
ngga ya liat siaapa yang mudah jatuh cinta duluan gua atau dia.''kata
diavi
"AHH masa gua naik bis sih."kata diavi
saat diavi memulai untuk naik bis
diavi duduk di paling depan tanpa disadari Afghan berada disampingnya
"AFGHAN ,naik bis juga ,"kata diavi kaget bukan main
"Biasa gua ingin merasakan hidup orang sederhana itu seperti apa."kata afghan memberi alasan
"Oh iya sasa mana diavi biasanya sama lo."kata afghan
"Sasa ihh ko nanyain sasa sih naksir ya sama sasa ?''tanya diavi nada menyesal
"Iyaaa sih dia cantik,plis vi deketin gua sama sasa ya,"mohon afghan
"DEKETIN dia sama sasa Afghan kenapa ga kita aja sih yang jadi deket."teriak diavi dalam hati
"aduh lo mepet banget duduknya sempit-sempitan di bis kota enak ya apalagi kalau sama sasa."kata afghan
"Ngga bisa ,maasa gua harus ngerelain afghan sama sahabat gua saasaa sihh ."teriak diavi lagi
"KAMPUS UNILA....KAMPUS UNILA...."kata kondektur bis itu dan lalu diavi dan afghan pun turun
"mau ngapain ke kampus diavi,kan minggu ngga mingguan sama ricky."kata afghan sambil berjalan menuju kampus ekonomi...
"Gua mau ke GSG, mau nonton sasa main piano...dia tampil katanya sama anak-anak les."kata diavi kesal..
di pintu GSG yang sesak ,diavi memasuki dan tubuhnya terdorong rombongan penonton..
"awwwww sakit.'"teriaknya saat tubuhnya terjatuh mengenai lantai
"Hati-hati mangkanya ."kata ricky lalu mengulurkan tangannya
dan disambut hangat oleh diavi
"EH Ada Tuan sulit jatuh cinta toh,nonton juga."kata diavi
"Iya adik gua sasa tampil,"kata ricky memasuki ruangan GSG diikuti diavi
sorai penonton saat menyaksikan sasa tampil bermain piano
"Sasa you can do it ,sasssaaaaaaa."teriak diavi yang berdiri dipaling belakang..
"Waaaah beriisik sekali lo.''kata ricky sambil menutup telinganya
"oOK tadi adalah penampilan dari sasa fakultas hukum,sekarang akan
ada penampilan dari afghan fakultas ekonomi,untuk saudara afghan
silahkan naik ke atas panggung,"kata host acara mingguan kampus
"Ok ,saya akan menyanyikan satu buah lagu untuk pujaan hati saya yang bernaama sasa pertiwi."kata afghan memulai
"cintaku bukan lah cinta biasa ..bila kamu yang memiliki dan kamu yang menjagaku seumur hidupku...seumur hidupku."nyanyi afghan
"sasa ini bunga buat lo,plis gua mau lo terima ya."kata afgan sambil memegang 18 tangkai bunga mawar merah.
"untung ngga putih,kalau putih gua pasti envy."kata diavi berderai air mata
lalu sasa menaiiki panggung
"Gua ngga bisa nolak lu gan,"kata sasa menerima bunga mawar itu
"Makasihh saa i love you."kata afghan lalu mencium kening sasa membuat penonton berteriak
"Afghaaan."teriak diavi lalu berlari keluar adri GSG menuju ke taman belakang
"Gua ngga percaya sulit gua bayangkan buat mendapatkan cinta orang
yang gua cintai,gua benci kenapa cinta itu sulit,gua benci
mencintaaaaaaaaaaaaaaiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii."teriaknya menangis
"Lo ngga benci gua kan,"kata ricky yang tiba -tiba dibelakangnya
"Benci gua benci lo sama adik lo tau ,semua nya munafik dasar."kata diavi lalu menendang perut ricky dan pergi begitu saja...
hem nambah gaje aja ya,,,maklum penulis amatiran...dan ngga berpengalaman :D
yang cantik dan ganteng terus manis juga like yaaaaaaaaaa :)
hay hay aku datang :D, maaf ya kalau setiap hari ngepost cerbung :D ... tapi ngga papa kan :) ya udah deh happy reading :D
"Lo ngga benci gua kan,"kata ricky yang tiba -tiba dibelakang diavi
"Benci gua benci lo sama adik lo tau ,semua nya munafik dasar."kata diavi lalu menendang perut ricky dan pergi begitu saja...
"Tunggu... lo masih ngga mau maafin gue, Allah aja maaf pemaaf masa
lo hanya manusia ,lo itu egois di ,lo ngga pernah mikir ya apa lo ngga
punya hati."kata Ricky yang masih berada di belakangnya
"Itu bukan urusan lo gua benci kamuorang ngga ngerti rasa cinta gua ke afghan itu seperti apa."kata diavi menangis
"Oh ,gua mau lo maafin gua sama sasa ,apapun yang lo minta gua bakal
penuhin di, lo sama sasa temenan udah lama masa gara-gara Afghan lo
musuhan."kata Ricky sambil emosi
"Gua mau maafin lo asal lo mau beliin gua 18 bungkus es krim magnum."kata diavi menundukkan wajah menahan malu
"Ok,ayooo kita ke mol."ajak ricky
dan diavi menyusul langkah kaki Ricky ,mereka pergi menaiki kendaraan Ricky ...
*sesampainya di mall
"Udah ambil sesuka hati lo."kata Ricky ketika mereka sampai di tempat es krim
"Oh ka Ricky baik sekali."kata Diavi yang tak segan-segan mengambil es krim
"Iya tapi lo masih mau jadi sahabat adik gua kan ?''tanya Ricky
"Jangan sahabatnya sasa pacar lo juga gua mau."ceplos Diavi
"Gua nya yang ngga mau."tolak Ricky
"Yuuuk ke kasir."ajak Diavi mengandeng Ricky dan tangan kirinya memegang keranjang.
"Waaah mbak ,pacarnya baik sekali."kata Petugas kasir itu yang berjenis kelamin pria.
"Iyaaa iri ya,ngga boleh dong ntar jadi homreng lagi."ledek Diavi
''Semuanya dua ratus ribu."kata Petugas kasir itu.
"Makasih yaa ."kata Ricky memberikan dua lembar uang seratus ribu.
"Yeee pesta es krim deh nanti malam."kata Diavi sambil berjalan mengitari mall
"Ayook kut."ajak Ricky lalu menarik tangan Diavi.dan membawanya ke depan pintu Lift.
''Ah ka Ricky menel deh,narik -narik tangan Diavi."kata Diavi sambil tersenyum
"Bawel.'kata Ricky sambil memencet tombol Lift
dan pintu Lift terbuka dengan cepatnya Diavi dan Ricky memasuki Lift yang tak ada satupun orang.
"Hey ngapain kak,disini nggak asik amat pacaran di dalam Lift apa kata dunia.
"Eh gua mau curhat di, tau ngga di cewek yang dorong lo sampe hamir tenggelam waktu itu ?''tanya Ricky
'Jihan ?''tanya Diavi
''Iyaap,dia mantan gua di tapi dia hampir bunuh sasa,gara-gara itu
gua putusin sebenernya gua masih sayang sama dia di tapi sasa ngga
setuju."cerita Ricky
"Oh gila ya lo punya mantan gua kira.lo batu es yang belum pernah jatuh cinta."kata Diavi
"Kalau lo kenapa sulit punya pacar atu belum punya pacar ?''tanya Ricky
"Karena hoby gua tau."kata Diavi cemberut
"Haaa hoby lo ngejomblo ya hahaha ada aja hoby yang sangat unik."kata Ricky tertawa
"Bukan tapi menangis dan makan es krim yang buat temen cowok pada kabur semua."jelas Diavi
"Hahaha Diavi .,..Diavi."kata Ricky sambil mencolek hidung Diavi
''Aduh kak jangan kenbanyakan cerita dong ,liat kenapa semua orang
ngelilingin kita nih."kata Diavi melihat banyak orang berada di depan
pintu Lift berkaca bening itu.
"Astaga Liftnya macet dia, kita kekunci di LIft."kata Ricky panik
"TOLONG...KITA KEKUNCI !!!!!!!!!!."Teriak Ricky dan Diavi sambil mengetuk-getuk Pintu Lift..
''Gua mau nelpon sasa."kata Ricky lalu mengeluarkan ponsel di kantong sakunya.
"Sial pake ngga ada sinyal lagi."Keluh Ricky melihat layar Ponselnya
''Huhuhu gua ngga mau keabisan nafas gara-gara kekunci,gua ngga mau metong konyol kak."kata Diavi sambil memeluk Ricky
''Sabar di kita bakal keluar kalau pintu liftnya ngga macet lagi."kata Ricky menenangkan hati Diavi.
''Selamanya disini juga ngga masalah,kalau bisa berda di pelukan kamu ."kata Diavi di dalam hati.
"Aduh tapi bisa ngga peluk-pelukan risih gua di please di nyesek
dipeluk kaya gini.'kata Ricky yang tak bisa lepas dari pelukan
Diavi.''Tapi gua takut ka Aku takuuut.''kata Diavi tak mau melepaskan
pelukanya
"Mati gua mau sampe kapan dipeluk sama dia terus uhh ."kata Ricky sambil menghela nafas
"Selamanya juga ngga papa."ceplos Diavi
"Aduh aus gua ."kata Diavi lalu mengambil dua es krim di kantong keresek yang ditaruhnya dia atas lantai.
"Minta dong gua juga haus."kata Ricky
"Mauuuu nih."kata Diavi lalu melempar es krim tepat diwajah Ricky
"Diavi...."teriak Ricky yang wajahnya sekarang berlumuran es krim
"Kena lo gua kerjain."batin Diavi
"Minta dong gua juga haus."kata Ricky
"Mauuuu nih."kata Diavi lalu melempar es krim tepat diwajah Ricky
"Diavi...."teriak Ricky yang wajahnya sekarang berlumuran es krim
"Kena lo gua kerjain."batin Diavi
"Heh lo punya otak ngga sih ,lo mikir es krim dibelinya ngga pake
uang apa jadi bisa lo buang-buang segala."omel Ricky lalu mengelap
wajahnya yang berlumuran es krim
"Bodo amat yang penting gua bahagia."kata Diavi lalu kembali
melempar es krim tepat di wajah Ricky dan kali ini membuat Ricky ingin
menamparnya tapi tangannya ditangkis oleh Diavi
"Lo mau nampar gue ?,dasar banci beraninya sama cewwk ."ledek Diavi lalu melepaskan tangan nya
"Kalau bukan sahabat adik gua dan wanita beneran lo abis sama gua ."kata Ricky dengan emosi tingkat tinggi
"Lo itu cowok galak yang pernah gua kenal ."teriak Diavi di telinga
Ricky yang membuat Ricky tak segan-segan ingin menamparnya sekali lagi
kali ini Diavi tak menangkisnya hingga tamparan keras itu mendarat di
wajah mulus Diavi
"PLAAAKKK !!!!.''suara tamparan berkali-kali lebih keras dari yang tadi di layangkan dari Diavi untuk Ricky
"Wau lo gila ya D,i sakit banget ."keluh Ricky sambil mengelus pipi kanan dan kiri
"Mampuss ."kata Diavi sambil cemberut
"pret tuiiit .''suara buang angin yang membuat aroma Lift itu jadi tak sedap
"Ploooong."kata Diavi lega sambil mengelus-elus perutnya
"Bau banget ,eh lo ngga sopan banget sih kentut sembarangan aja uweek uweeek."kata Ricky sambil menutup hidungnya yang mancung
''Aduuh mau lagi nih."kata Diavi lalu mengeluarkan lagi suara yang khas dan bau yang lebih tak sedap dari tadi.
''AH BAU BANGET LAGI."Ricky menutup hidungnya rapat-rapat.
"Abis kentut kok gua ngantuk ya."kata Diavi lalu duduk dilantai Lift.
"Lo ngga capek apa kak berdiri terus ,duduk aja gua aja pegel tau berdiri terus."kata Diavi
"Capek lah gila ,apalagi ada lo nambah capek tau gua ."kata Ricky lalu duduk di sampingnya
"Kak pinjem bahunya boleh ?"tanya Diavi pada Ricky yang berada disamping kanannya
"Buat apaan ?''tanya Ricky ketus.
"Buat ."kata Diavi lalu menyandarkan kepalanya di bahu Ricky
"Ya udah tidur aja ."kata Ricky
"Enggak ah ntar lo macem-macemin gua lagi."kata Diavi mulai memejamkan mata .
"Nyenyak banget kayaknya nih orang ,tidur dalam posisi duduk aja nyenyak gitu."komerntar Ricky
"Alhamdulillah akhrinya pintunya kebuka.''kata Ricky lalu menaruh kepala Diavi dilantai dan meninggalkannya
"Aduuh gua ngga bisa ngebiarin dia sendirian disini."kata Ricky melihat Diavi tertidur pulas dalam posisi duduk
"Di, bangun Di udah kebuka noh pintunya."Ricky yang mencoba membangunkan Diavi yang tak bangun-bvangun daritadi.
"Terpaks deh."kata Ricky lalu mengendongnya dan membawanya ke mobil
"Enak banget lo ya tidur ,ngga bangun-bangun dasar kebo lu."kata Ricky melirik Diavi yang berada di samping sambil menyetir.
"Lah kok gua ada dimobil ya."kata Diavi yang tiba-tiba bangun dan terlihat keheranan
"Ia tadi gua yang bawa lo dari Lift abis lo dibanguni ngga bangun si Di.
"Wah udah dua kali gua di gendong ama Ricky, satu kali lagi dapet gelas deh."Ucap Diavi dalam hati sambil tersenyum tak jelas.
"Ngapain lo senyam -senyum kaya gitu."kata Ricky bingung
"Hah gimana kalau gua pura-pura tidur sekarang biar bisa ngerasain
digendong Ricky.'ucap Diavi dalam hati lalu memejamkan matanya
"Sudah sampai Diavi."Ricky memberhentikan mobilnya di depan pagar
rumahnya dan kaget melihat Diavi kembali tidur tapi kali ini dengan
suara yang aneh, Diavi mendengkur keras sekali,..
"ookhh oookhh."Diavi mendengkur dengan pura-pura karena Diavi sama sekali tak pernah mendengkur
"Ah lo yaudah deh."Ricky mengendong Diavi lagi dan membawanya masuk ke dalam Rumah
$$$$$$$$$$$$$$$******(*****________*******)*******$$$$$$$$$$$$$$$
"Ricky siapa yang kamu gendong nak."Suara mama lagi asik membaca majalah wanita di sofa ruang tamu
mengagetkan Ricky sehingga Ricky menjatuhkan Diavi ke lantai
''Ricky ."teriak Diavi sambil mencoba bangun dari jatuhnya
'' Keterlaluan banget sakit tau."Kata Diavi menonjok wajah Ricky dihadapan mama dan papanya Ricky yaitu Bila dan Stefan
"Berani sekali kau memukul wajah anak saya."Bentak Stefan yang adalah Papanya Ricky .
Diavi kaget ketika melihat orang tua Ricky.
"Maaf om ,tante saya tidak sengaja ."Kata Diavi lalu menundukkan kepala.
''Kamu siapa ya Ricky ?''tanya Bila mamanya Ricky lalu menghampiri Diavi
Diavi terdiam tak bisa berkata-kata ,
''Diavi pacarnya ka Ricky loh mah."kata Sasa yang tiba-tiba muncul dari ruang keluarga
''Bener kamu pacarnya Ricky .?''Tanya Bila lagi
''Bu...Iya tante saya pacarnya Ricky,"Kata Diavi ketika Sasa diam-diam mencubit tangannya
''Ricky Diavi pacar kamu ?''tanya papa Ricky
''Em iya mama.."Kata Ricky terpaksa karena sasa mencubit perutnya
''Maafin om ya tadi udah marahin kamu, mending kita ngobrolnya di ruang keluarga aja."
''Ngga apa-apa ko om ,"Kata Diavi lalu pergi bersama Bila ,Stefan ,Ricky dan Sasa menuju ke ruan keluarga.
Diavi duduk di samping kiri Ricky ,sedangkan Sasa Didepan mereka
,dan Orang tua Ricky duduk di samping kiri Sasa. saatnya mengintrogasi
calon menantu...
"Nama lengkap kamu siapa sayang ?''tanya mamanya Ricky
''Diavi purnama puspita."jawab Diavi sambil melontarkan senyuman ke pada mereka
"Status mu sekarang ?''tanya papa bergantian
''Ya jelas pacarnya ka Ricky dong ma."kata Sasa yang tanpa disuruh menjawab.
''Sasa bukan status hubungan ,tapi pelajar,mahasiswi atau perkerja."kata mama kesal
''Saya mahasiswi argoteknologi universitas lampung tante om.''kata Diavi
''Perkerjaan orang tua kamu apa ?''tanya Papa Ricky lagi
''Papa saya kena pehaka dan sekarang kerja menjadi tki dan tkw di amerika serikat."jawab Diavi lalu mentundukkan kepala
''OH pembantu rumah tangga, jangan -jangan kamu pacaran sama Ricky
mau manfaatin Ricky aja lagi.''kata Bila ( mamanya Ricky )dengan nada
emosional
''Mama kenapa ngg sopan sih sama Diavi."kata Sasa sedikit cemberut
''Kenapa lo itu ngga bohong aja sih."bisik Ricky
'' Lo nyuruh gua bohong Ric, lo udah bohongin Afghan kalau gua itu
adik sepupu lo, terus ngebohongin ortu lo kalau gua pacar lo,gua ngga
mau kebanyakan bohong entar idung gua mancung kaya lo lagi."bisik Diavi
''Mama sama Papa kenapa pulang ?''tanya Sasa
''Mama mau pindahin kamu ke amerika sayang, lagian di lampung kamu cuma sama Ricky aja mama kan kasihan tau .''jawab mama
''Tante aku ke belakang dulu ya ."'kata Diavi
''Jangan lo disini aja napa."Ricky mengenggam tangannya Diavi
''Lo mau nguping orang tau sendirin ya."bisik Diavi
''Heh lo itu sopan ,lo ngga kangen apa sama calon mertua lo ,ortu gue.''kata Ricky dengan nada mengejek
''Mah Sasa itu udah nyaman di lampung mah,sasa ngga mau ke amrik lagian entar ka Ricky sama siapa disini."
''Sama pacarnya lah Diavi."tambah papa
''Apaaaaa ???????."teriak Ricky dan Diavi berbarengan
''Oh ya gimana kalau 8 bulan lagi Ricky kamu tunangan di paris, di
menara eifell kan itu cita-cita kamu masih kecil dulu.''usul papa
''Ricky aja wisudah 6 bulan lagi mah,terus Ricky mau S2 nya di UI.''kata Ricky
"Ma ,pa aku mau ke kamar dulu ya."kata Sasa lalu menarik tangan Diavi.
'dan mereka menuju ke kamar Sasa
''Tau ngga sih lo kejadian waktu di GSG ?''tanya Sasa sambil duduk di pinggir kasur
''Iya gua tau lo yang sekarang jadi pacarnya Afghan."ucap Diavi kesal sambil duduk di samping kanan Sasa
''Gua tau lo cemburu kan ?,tapi udah dong masa iya gara-gara cinta
lo jadi galau lo kan udah punya Ricky kaka gue,dan kita sekarang itu
calon saudara ipar.''cerocos Sasa
''Lo ngga pernah ngerasain yang namanya jatuh cinta ,dan cinta itu
selalu gagal ."ucap Diavi dalam hati lalu membareingkan tubuhnya di
atas kasur dan tidur
pagi pun telah tiba karena hari ini adalah hari libur telah tiba
,dan selam 4 minggu Diavi ,Sasa dan Ricky tak kuliah di hari itu , pagi
itu Sasa yang terlihat sangat rapi mengenakan mini .
dress berwarna -warni dan rambut lurusnya di ikat dua membuat siapa
pun yang memandangnya terpesona Sasa memang cantik dan wajar kalau pria
seperti Afghan menyukainya..
"Hooaaam ,rapi banget mau kemana ?''tanya Diavi yang masih terbaring lemas ditempat tidur
''Mau kencan sama Afghan, doain ya supaya lancar dan keep
romantic."jawab Sasa dengan riang dan keluar dari kamar sambil
bernyanyi ria.
''Seneng banget sih sasa,tapi dia bahagia di atas penderitaan orang lain."kata Diavi lalu bergegas ke kamar mandi.
Setelah ke ruang tamu Diavi kaget semua berkumpul, ada Tante bila
& om stefan ( orang tua nya Ricky dan sasa) sasa, dan juga Afghan
membawa koper besar-besar.
''Eh Diavi sini tante mau bicara sama kamu."kata tane bila yang duduk disofa
''Bicara apa ya tante."kata Diavi yang saat itu memakai kemeja berwarna merah dan celana panjang berwarna biru.
''Ini Sasa sama Afghan ingin tunangan lho ,tapi sesudah Ricky menikah .''kata mama sambil meneguk segelas tes hangat
''Terus apa hubungannya sama aku tante ?''tanya Diavi kebingungan
''Kamu kan pacarnya jadi kamu harus bisa bujuk Ricky agar menikahi kamu lah.''kata om stefan
''Diavi sayang aku mau honeymoon dulu ya sama Afghan.''kata Sasa lalu memeluk Diavi
''Oh kalian jadi kamu itu pacarnya Ricky ya, dulu bilang adik sepupu
beruntung aku punya sasa yang tak munafik sepertimu."ucap Afghan
membuat Hati Diavi seperti disayat-sayat
''Nanti kalau Ricky sudah pulang bilangin ya papa dan mama kembali
ke amerika lagi bye sayang."kata tante bila lalu mencium kening Diavi
dan membawa koper nya ke bagasi mobil dan mengendarai mobilnya bersama
Afghan dan Sasa
Diavi lalu beristirahat di kamarnya bersama ponsel
''Hey ,Ricky galak elo tau ngga ortu saama adik lo itu lagi liburan anak punggut kali lo ya ngga diajak,''diavi melayangkan Sms ke nomor ponselnya Ricky
tiba-tiba handphone Diavi berdering dan ternyata telpon dari Ricky ,
''Hallo Ricky ,gua takut dirumah sendirian.''Diavi memulai pembicaraanya dengan suara gemetar
''Sory gua lagi main di toko nih maaf ya gua ngga bisa pulang malam ini."'kata Ricky lalu menutup teleponya .
''Daasaar HUHUHUHUHU ,''Diavi menangis sekencang-kencangnya